Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Sudah 8 bulan merajut cinta dengan sukirno akhirnya pupus juga. Halah.Berbagai perbedaan sebelumnya dapat kami atasi tapi ga tau kenapa dia berubah. Mungkin ada sesuatu......Dan entahlah. Setelah putus 21 Maret 2013 lalu seminggu setelahnya ia sepertinya sudah memiliki 'calon' yang baru lagi. Sakiiiiiiit. Tapi aku harus ikhlas demi jodoh yang lebih baik. Amiiiiiiiin. Entah kenapa akhir-akhir itu dia sering sekali miss komunikasi. Alasan kami berpisah adalah perbedaan. Dia suka yang sempurna tapi aku suka yang apa adanya. Aku suka duduk-duduk santai, dai suka puter-puter. Dia suka cewek feminin, aku suka dandan tomboy. Yahhh seperti itu. Aku pernah ngomong sama dia kalau aku bakalan feminin pada waktunya. Aku ga suka diatur-atur toh ortuku juga ga pernah protes, yang penting nyaman dan sopan. Dan saat aku pasang pp yang feminin, dia baru sadar kesalahannya dan minta maaf. Aku pengen bilang SUDAH TERLAMBAT WOOOOY!. Segala perlakuannya aku jalani dengan ikhlas. Aku mencoba sabar atas segala sifat kekanakannya. Karena aku tau kalau aku orang yang keras kepala maka untuk mengimbangi sifat jelekku itu aku ingin menonjolkan sifat sabarku. Tapi apa aynag aku dapat? Perlakuan kasarmu....ya aku orang yang sabar kok. Aku ga akan membalas segala perlakuanmu dengan perbuatan yang merugikan. Aku cuma ingin membuktikan bahwa aku bisa lebih baik tanpamu. Lumayan susah move on dari dia. Tapi sekarang sudah bisa legowo. Jika memang benar dugaanku, aku ikhlas. Aku cuma ingin bilang ke dia "Hargai pacarmu.Perlakukan dia denagn baik."
Nyeseknya ketika ibu ngomong saat ke Solo mau ketemu dia. Pengen kenalan sama dia.
Aku memang bukan orang yang sempurna, aku cari pasangan juga yang ga sempurna untuk bisa bersatu dan saling menyempurnakan.
Goodbye Sukirno :')
Kamis, 18 April 2013
Senin, 01 Oktober 2012
Sukirno
Tepatnya tanggal 31 Juli 2012 @Gumar Ganjuran.
Sudah resmi hubungan kami,hehe
Kadang agak ragu juga sama dia karena sesuatu hal. Sebut saja 'Kebo'. Hobby banget ngebo.
Baru beberapa hari yang lalu ibu mengetahui hubungan kami, sepertinya mendapat respon positif. Tapi ibu agak sedikit posesif mungkin karena terpisah jarak ruang dan waktu (halaaaah).
Hampir tiap hari dapet ceramah dari ibu tapi kadang lucu juga sih.
Misalnya aja, kan si kebo punya kampung halaman di Jenawi.
Dengan PD nya ibu tanya, " Kemarin malming Sukirno ngajak pergi? "
" Sukirno???? " (si Kebo yang dimaksud)
Please deh mbok hari gene masih ada nama Sukirno?
Biar penasaran aku ga kasih tau namanya. Ehh malah si ibu ntar kalo di Solo pengen ketemu.
Solo akhir-akhir ini kan banyak teroris. Ibu ceramah jangan pulang malem-malem, rawan.
Kirain rawan teroris ternyata rawan digauli Sukirno....hahaha
Amit-amit deh jangan sampe kayak gitu.
Jadi kangen sama ibu. Omongannya yang polos sangat amat merindukan. Walaupun kadang garing...hehehe
Love you Mom
Love you Kebo
:)
Sudah resmi hubungan kami,hehe
Kadang agak ragu juga sama dia karena sesuatu hal. Sebut saja 'Kebo'. Hobby banget ngebo.
Baru beberapa hari yang lalu ibu mengetahui hubungan kami, sepertinya mendapat respon positif. Tapi ibu agak sedikit posesif mungkin karena terpisah jarak ruang dan waktu (halaaaah).
Hampir tiap hari dapet ceramah dari ibu tapi kadang lucu juga sih.
Misalnya aja, kan si kebo punya kampung halaman di Jenawi.
Dengan PD nya ibu tanya, " Kemarin malming Sukirno ngajak pergi? "
" Sukirno???? " (si Kebo yang dimaksud)
Please deh mbok hari gene masih ada nama Sukirno?
Biar penasaran aku ga kasih tau namanya. Ehh malah si ibu ntar kalo di Solo pengen ketemu.
Solo akhir-akhir ini kan banyak teroris. Ibu ceramah jangan pulang malem-malem, rawan.
Kirain rawan teroris ternyata rawan digauli Sukirno....hahaha
Amit-amit deh jangan sampe kayak gitu.
Jadi kangen sama ibu. Omongannya yang polos sangat amat merindukan. Walaupun kadang garing...hehehe
Love you Mom
Love you Kebo
:)
Jumat, 20 Januari 2012
Surat untuk Pemimpinku
Dear Pemimpinku,
Dengarkanlah tangisan kami rakyat jelata. Kami haus akan keadilan. Bagilah sedikit pedulimu pada kami. Apa tangisan kami kurang keras sehingga kalian tidak mendengarnya? Ataukah kalian sengaja menutup telinga agar tangis kami tak terdengar? Setiap malam kami berdoa untuk para pemimpin agar dapat memimpin kami dengan adil dan bijaksana. Tak lupa kami selalu mendoakan agar kalian selalu sukses. Tapi apa balasan kalian terhadap kami? Pendidikan gratis yang kalian janjikan masih jauh dari kami. Pendidikan masih dipegarng oleh siapa yang mempunyai uang. Kalian menikmati fasilitas dari uang kami. Ruangan yang mewah dengan interior mahal. Kenyamanan kalian tak sebanding dengan apa yang kami nikmati sekarang. Sekolah kami masih banyak yang hampir roboh. Fasilitas kami juga tak memadai tapi lihatlah semangat kami untuk belajar. Berkilo-kilo dilalui dengan jalan kakipun kami sanggup hanya untuk menuntut ilmu. Kalian? Apakah kalian terlalu nyaman dengan kursi mewahmu sehingga dapat tertidur saat rapat? Bagaimana dengan kesehatan? Kalian mendapat subsidi sulpemen hingga beratus-ratus juta. Sedangkan kami masih banyak yang kekurangan gizi. Penerus bangsa masih banyak yang menderita busung lapar. Apa kalian tak malu? Kami percaya kalian mampu membelinya tapi kenapa harus disubsidi?
Maafkan kami,pemimpinku. Kami hanya ingin kalian lebih peduli pada kami. Bukan janji yang kami harapkan. Tapi bukti nyata yang kami inginkan. Perkataan tanpa tindakan adalah omong kosong. Hidup ini adalah penuh pilihan, pemiminku. Jadi, apa yang kalian pilih? Jadilah pemimpin yang bijaksana.
Dengarkanlah tangisan kami rakyat jelata. Kami haus akan keadilan. Bagilah sedikit pedulimu pada kami. Apa tangisan kami kurang keras sehingga kalian tidak mendengarnya? Ataukah kalian sengaja menutup telinga agar tangis kami tak terdengar? Setiap malam kami berdoa untuk para pemimpin agar dapat memimpin kami dengan adil dan bijaksana. Tak lupa kami selalu mendoakan agar kalian selalu sukses. Tapi apa balasan kalian terhadap kami? Pendidikan gratis yang kalian janjikan masih jauh dari kami. Pendidikan masih dipegarng oleh siapa yang mempunyai uang. Kalian menikmati fasilitas dari uang kami. Ruangan yang mewah dengan interior mahal. Kenyamanan kalian tak sebanding dengan apa yang kami nikmati sekarang. Sekolah kami masih banyak yang hampir roboh. Fasilitas kami juga tak memadai tapi lihatlah semangat kami untuk belajar. Berkilo-kilo dilalui dengan jalan kakipun kami sanggup hanya untuk menuntut ilmu. Kalian? Apakah kalian terlalu nyaman dengan kursi mewahmu sehingga dapat tertidur saat rapat? Bagaimana dengan kesehatan? Kalian mendapat subsidi sulpemen hingga beratus-ratus juta. Sedangkan kami masih banyak yang kekurangan gizi. Penerus bangsa masih banyak yang menderita busung lapar. Apa kalian tak malu? Kami percaya kalian mampu membelinya tapi kenapa harus disubsidi?
Maafkan kami,pemimpinku. Kami hanya ingin kalian lebih peduli pada kami. Bukan janji yang kami harapkan. Tapi bukti nyata yang kami inginkan. Perkataan tanpa tindakan adalah omong kosong. Hidup ini adalah penuh pilihan, pemiminku. Jadi, apa yang kalian pilih? Jadilah pemimpin yang bijaksana.
Jumat, 23 Desember 2011
cerita natal
Los Felidas adalah nama sebuah jalan di salah satu ibu kota negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota . Ada sebuah kisah Natal yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang,
Cerita ini dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa IA bukan penduduk asli kota itu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, Tidak sampai setahun di kota itu, mereka sudah kehabisan seluruh uangnya,
Hingga suatu pagi mereka menyadari akan tinggal dimana malam nanti dengan tidak sepeserpun uang Ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong seorang bayi berumur satu tahun. Dalam keadaan panik Dan putus ASA, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya Dan tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing dari sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.
Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: "Saya harus meninggalkan kalian sekarang untuk mendapatkan pekerjaan apapun, kalau tidak malam nanti Kita akan tidur disini." Setelah mencium bayinya IA pergi. Dan itu adalah kata2nya yang terakhir karena setelah itu IA tidak pernah kembali. Tak seorangpun yang tahu dengan pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika.
Selama beberapa Hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, Dan bila malam menjelang ibu Dan anaknya tidur diemperan toko itu. Pada Hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, Dan jadilah mereka pengemis disana selama 6 bulan berikutnya.
Pada suatu Hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit Dan memutuskan untuk bekerja. Persoalan nya adalah di mana IA harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, Dan tampak amat cantik. Keliahatan nya tidak Ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu Dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka.
Suatu pagi IA berpesan pada anaknya, agar IA tidak pergi kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau yang menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. "Dalam beberapa Hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, Dan Kita tidak lagi tidur dengan angin dirambut Kita".
Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, Dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya, di sebelahnya
IA meletakkan sepotong roti, kemudian, dengan Mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, dimana IA bekerja sebagai pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa Hari, hingga dikantong sang Ibu
Kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh tsb.
Dengan suka cita sang Ibu menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, membayar uang muka sewa kamarnya.
Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa,
Dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota . Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya Dan membawanya kesebuah rumah mewah dipusat kota .
Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.
Cerita ini dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa IA bukan penduduk asli kota itu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, Tidak sampai setahun di kota itu, mereka sudah kehabisan seluruh uangnya,
Hingga suatu pagi mereka menyadari akan tinggal dimana malam nanti dengan tidak sepeserpun uang Ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong seorang bayi berumur satu tahun. Dalam keadaan panik Dan putus ASA, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya Dan tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing dari sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.
Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: "Saya harus meninggalkan kalian sekarang untuk mendapatkan pekerjaan apapun, kalau tidak malam nanti Kita akan tidur disini." Setelah mencium bayinya IA pergi. Dan itu adalah kata2nya yang terakhir karena setelah itu IA tidak pernah kembali. Tak seorangpun yang tahu dengan pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika.
Selama beberapa Hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, Dan bila malam menjelang ibu Dan anaknya tidur diemperan toko itu. Pada Hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, Dan jadilah mereka pengemis disana selama 6 bulan berikutnya.
Pada suatu Hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit Dan memutuskan untuk bekerja. Persoalan nya adalah di mana IA harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, Dan tampak amat cantik. Keliahatan nya tidak Ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu Dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka.
Suatu pagi IA berpesan pada anaknya, agar IA tidak pergi kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau yang menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. "Dalam beberapa Hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, Dan Kita tidak lagi tidur dengan angin dirambut Kita".
Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, Dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya, di sebelahnya
IA meletakkan sepotong roti, kemudian, dengan Mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, dimana IA bekerja sebagai pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa Hari, hingga dikantong sang Ibu
Kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh tsb.
Dengan suka cita sang Ibu menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, membayar uang muka sewa kamarnya.
Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa,
Dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota . Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya Dan membawanya kesebuah rumah mewah dipusat kota .
Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.
Jumat, 21 Oktober 2011
take care my bro
Einstein dan Mr Bean duduk berdampingan dalam sebuah penerbangan.
Einstein mengajak Mr Bean memainkan sebuah permainan tebak-tebakan.
Einstein: Aku akan mengajukan satu pertanyaan, jika Anda tidak tahu jawabannya maka Anda membayar saya hanya $ 5, dan jika saya tidak tahu jawabannya, saya akan membayar Anda $ 500.
Einstein mengajukan pertanyaan pertama:
Berapa jarak dari Bumi ke Bulan ?
Mr Bean tidak mengucapkan sepatah kata pun, merogoh saku, mengeluarkan $ 5.
Sekarang, giliran Mr Bean…
Dia bertanya kepada Einstein:
Apakah yang naik ke atas bukit dengan 3 kaki, dan akan turun dengan 4 kaki ?
karna gengsi walaupun Einstein tidak tau jawabannya dia tetap melakukan pencarian internet, dan meminta semua teman-temannya yang cerdas.
Setelah satu jam mencari jawaban, tetapi dia tidak tau juga… akhirnya ia memberikan Mr Bean $ 500.
Einstein sambil penasaran karna merasa dirinya cerdas bisa di kalahkan maka diapun bertanya:
Nah, jadi apa naik ke atas bukit dengan tiga kaki dan turun dengan empat kaki ?
Mr Bean merogoh saku, dan memberikan Einstein $ 5.
Read more: http://www.kitikkitik.com/tag/penerbangan/#ixzz1bTEatbUN
Einstein mengajak Mr Bean memainkan sebuah permainan tebak-tebakan.
Einstein: Aku akan mengajukan satu pertanyaan, jika Anda tidak tahu jawabannya maka Anda membayar saya hanya $ 5, dan jika saya tidak tahu jawabannya, saya akan membayar Anda $ 500.
Einstein mengajukan pertanyaan pertama:
Berapa jarak dari Bumi ke Bulan ?
Mr Bean tidak mengucapkan sepatah kata pun, merogoh saku, mengeluarkan $ 5.
Sekarang, giliran Mr Bean…
Dia bertanya kepada Einstein:
Apakah yang naik ke atas bukit dengan 3 kaki, dan akan turun dengan 4 kaki ?
karna gengsi walaupun Einstein tidak tau jawabannya dia tetap melakukan pencarian internet, dan meminta semua teman-temannya yang cerdas.
Setelah satu jam mencari jawaban, tetapi dia tidak tau juga… akhirnya ia memberikan Mr Bean $ 500.
Einstein sambil penasaran karna merasa dirinya cerdas bisa di kalahkan maka diapun bertanya:
Nah, jadi apa naik ke atas bukit dengan tiga kaki dan turun dengan empat kaki ?
Mr Bean merogoh saku, dan memberikan Einstein $ 5.
Read more: http://www.kitikkitik.com/tag/penerbangan/#ixzz1bTEatbUN
Sabtu, 15 Oktober 2011
menantu & mertua
Dikisahkan, seorang wanita baru menikah dengan pria yang dicintai dan tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Tidak lama setelah mereka berumah tangga, sangat terasa banyak ketidakcocokan di antara menantu dan sang mertua. Hampir setiap hari terdengar kritikan dan omelan dariibu mertua. Percekcokan pun seringkali terjadi. Apalagi sang suami tidak mampu berbuat banyak atas sikap ibunya.
Saat sang menantu merasa tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dia pun akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu demi melampiaskan sakit hati dan kebenciannya.
Pergilah si menantu menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat ramuan tradisional. Wanita itu menceritakan kisah sedih dan sakit hatinya dan memohon agar dapat diberikan bubuk beracun untuk membunuh ibu mertuanya.
Setelah berpikir sejenak, dengan senyumnya yang bijak, si paman menyatakan kesanggupannya untuk membantu, tetapi dengan syarat yang harus dipatuhi si menantu. Sambil memberi sekantong bubuk ramuan yang dibuatnya, sang paman berpesan, "Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan memberi racun yang bereaksi cepat, agar orang-orang tidak akan curiga. Karena itu, saya memberimu ramuan yang secara perlahan akan meracuni ibu mertuamu. Setiap hari campurkan sedikit ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu dari hasil masakanmu sendiri. Kamu harus bersikapbaik, menghormati,dantidak berdebat dengannya. Perlakukan dia layaknya sebagai ibumu sendiri, agar saat ibu mertuamu meninggal nanti, orang lain tidak akan menaruh curiga kepada kamu."
Dengan perasaan lega dan senang, diturutinya semua petunjuk sang paman penjual obat. Dilayaninya sang ibu mertua dengan sangat baik dan penuh perhatian! Setiap hari, ia menyuguhkan aneka makanan kesukaan si ibu mertua.
Tidak terasa, empat bulan telah berlalu dan terjadilah perubahan yang sangat besar. Dari hari ke hari, melihat sang menantu yang bersikap penuh perhatian kepadanya, ibu mertua pun merasa tersentuh. Ia berbalik mulai menyayangi si menantu bahkan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Dia juga memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa menantunya adalah seorang penuh kasih dan menyayanginya.
Menyadari perubahan positif ini, sang menantu cepat-cepat datang lagi menemui sang paman penjual obat, "Tolong berikan kepada saya obat pencegah racun pembunuh ibu mertua saya. Setelah saya patuhi nasihat paman, ibu mertua saya berubah sangat baik dan menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Tolong paman, saya tidak ingin dia meninggal karena racun yang telah saya berikan".
Sang paman tersenyum puas dan berkata "Anakku, kamu tidak perlu khawatir. Bubuk yang saya berikan dulu bukanlah racun, tetapi ramuan untuk meningkatkan kesehatan. Racun yang sebenarnya ada di dalam pikiran dan sikapmu terhadap ibu mertua. Sekarang semua racun itu telah punah oleh kasih dan perhatian yang kamu berikan padanya."
Saat sang menantu merasa tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dia pun akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu demi melampiaskan sakit hati dan kebenciannya.
Pergilah si menantu menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat ramuan tradisional. Wanita itu menceritakan kisah sedih dan sakit hatinya dan memohon agar dapat diberikan bubuk beracun untuk membunuh ibu mertuanya.
Setelah berpikir sejenak, dengan senyumnya yang bijak, si paman menyatakan kesanggupannya untuk membantu, tetapi dengan syarat yang harus dipatuhi si menantu. Sambil memberi sekantong bubuk ramuan yang dibuatnya, sang paman berpesan, "Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan memberi racun yang bereaksi cepat, agar orang-orang tidak akan curiga. Karena itu, saya memberimu ramuan yang secara perlahan akan meracuni ibu mertuamu. Setiap hari campurkan sedikit ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu dari hasil masakanmu sendiri. Kamu harus bersikapbaik, menghormati,dantidak berdebat dengannya. Perlakukan dia layaknya sebagai ibumu sendiri, agar saat ibu mertuamu meninggal nanti, orang lain tidak akan menaruh curiga kepada kamu."
Dengan perasaan lega dan senang, diturutinya semua petunjuk sang paman penjual obat. Dilayaninya sang ibu mertua dengan sangat baik dan penuh perhatian! Setiap hari, ia menyuguhkan aneka makanan kesukaan si ibu mertua.
Tidak terasa, empat bulan telah berlalu dan terjadilah perubahan yang sangat besar. Dari hari ke hari, melihat sang menantu yang bersikap penuh perhatian kepadanya, ibu mertua pun merasa tersentuh. Ia berbalik mulai menyayangi si menantu bahkan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Dia juga memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa menantunya adalah seorang penuh kasih dan menyayanginya.
Menyadari perubahan positif ini, sang menantu cepat-cepat datang lagi menemui sang paman penjual obat, "Tolong berikan kepada saya obat pencegah racun pembunuh ibu mertua saya. Setelah saya patuhi nasihat paman, ibu mertua saya berubah sangat baik dan menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Tolong paman, saya tidak ingin dia meninggal karena racun yang telah saya berikan".
Sang paman tersenyum puas dan berkata "Anakku, kamu tidak perlu khawatir. Bubuk yang saya berikan dulu bukanlah racun, tetapi ramuan untuk meningkatkan kesehatan. Racun yang sebenarnya ada di dalam pikiran dan sikapmu terhadap ibu mertua. Sekarang semua racun itu telah punah oleh kasih dan perhatian yang kamu berikan padanya."
Sabtu, 08 Oktober 2011
Secret Admirer
Sadarkah kau ku kagumi?
Saat pertama ku jumpa padamu, aku sungguh kagum. Tak pernah aku sebelumnya untuk mengagumi seorang lelaki. Aku hanya menganggap lelaki sebuah boneka yang seenaknya akan kupermainkan. Ku angkat, peluk dan sayang. Tapi saat aku bosan akan ku tinggalkan begitu saja. Berbeda dengan saat aku bertemu denganmu. Kau yang berkharisma, care, beriman, dan yang paling penting adalah takut akan Tuhan. Itulah lelaki idamanku. Hanya pribadimu yang ku kagumi bukan fisikmu ataupun materimu. Aku dapat berubah menjadi lebih baik karenamu. Kau yang membimbingku untuk menemukan jati diriku. Kau adalah orang pertama yang mampu membuatku jatuh cinta. Pernah aku menjalin cinta dengan lelaki lain tapi aku tak merasakan sedikitpun rasa cinta di hatiku. Aku mencintaimu karena kamu mencintai Tuhan kita. Hari-harimu kau habiskan hanya untuk melayani Tuhan. Aku sangat bangga padamu. Berdoa bersamamu seperti sedang meminta restu pada Tuhan agar jita dipersatukan. Aku tahu itu hanyalah khayalanku. Aku hanyalah gadis kecil yang selalu berkhayal tinggi. Kadang aku takut juga untuk jatuh. Kau dan aku tak mungkin untuk bersama. Kau hanyalah menganggap aku sebagai adik kecilmu. Lagipula kita terikat aturan yang satu komunitas tak boleh untuk saling mencintai. Tapi inilah takdir kita. Bertemu hanya untuk menjadi kakak adik dan tak lebih. Mungkin aku terlalu memujamu sehingga aku tak ingin mencari penggantimu. Aku juga tak ingin kau tahu tentang hal ini karena akan membuatmu kecewa. Aku hanya ingin menjadi adik yang penurut. Maafkan aku sekarang membatasi diriku dengan mu karena aku tak ingin terluka. Terus saja fokuskan dirimu pada pelayanan. Aku akan selalu ingat kata " NOT I BUT CHRIST". Aku akan sangat bahagia dan bangga sebagai adik sekaligus secret admirer mu.
GBU :)
Saat pertama ku jumpa padamu, aku sungguh kagum. Tak pernah aku sebelumnya untuk mengagumi seorang lelaki. Aku hanya menganggap lelaki sebuah boneka yang seenaknya akan kupermainkan. Ku angkat, peluk dan sayang. Tapi saat aku bosan akan ku tinggalkan begitu saja. Berbeda dengan saat aku bertemu denganmu. Kau yang berkharisma, care, beriman, dan yang paling penting adalah takut akan Tuhan. Itulah lelaki idamanku. Hanya pribadimu yang ku kagumi bukan fisikmu ataupun materimu. Aku dapat berubah menjadi lebih baik karenamu. Kau yang membimbingku untuk menemukan jati diriku. Kau adalah orang pertama yang mampu membuatku jatuh cinta. Pernah aku menjalin cinta dengan lelaki lain tapi aku tak merasakan sedikitpun rasa cinta di hatiku. Aku mencintaimu karena kamu mencintai Tuhan kita. Hari-harimu kau habiskan hanya untuk melayani Tuhan. Aku sangat bangga padamu. Berdoa bersamamu seperti sedang meminta restu pada Tuhan agar jita dipersatukan. Aku tahu itu hanyalah khayalanku. Aku hanyalah gadis kecil yang selalu berkhayal tinggi. Kadang aku takut juga untuk jatuh. Kau dan aku tak mungkin untuk bersama. Kau hanyalah menganggap aku sebagai adik kecilmu. Lagipula kita terikat aturan yang satu komunitas tak boleh untuk saling mencintai. Tapi inilah takdir kita. Bertemu hanya untuk menjadi kakak adik dan tak lebih. Mungkin aku terlalu memujamu sehingga aku tak ingin mencari penggantimu. Aku juga tak ingin kau tahu tentang hal ini karena akan membuatmu kecewa. Aku hanya ingin menjadi adik yang penurut. Maafkan aku sekarang membatasi diriku dengan mu karena aku tak ingin terluka. Terus saja fokuskan dirimu pada pelayanan. Aku akan selalu ingat kata " NOT I BUT CHRIST". Aku akan sangat bahagia dan bangga sebagai adik sekaligus secret admirer mu.
GBU :)
Langganan:
Postingan (Atom)
